MENANAMKAN JIWA ENTREPRENEUR MUDA*

thumbnail

Oleh: Dian Muthi Fitria (Sekretaris Bidang EKOWIR PC IMM Sleman)

Kang Wiyadi merupakan alumni PC IMM Sleman yang cukup mumpuni dalam bidang Entrepreneur. Selain itu, beliau juga seorang praktisi sosial yang terus bergerak menjalankan amanah sebagai Kholifah di muka bumi. Berikut beberapa poin yang sempat kami catat dari diskusi dengan Kang Wiyadi beberapa waktu yang lalu:

  1. Entrepreunership salah satu jalan untuk survive dengan mendorong beli rendah jadi tinggi. Entrepreuner merupakan Tindakan pengelolaan potensi untuk menjadi uang.
  2. Alasan menjadi entrepreuner diantaranya panggilan ekonomi, tidak ada pilihan lain, panggilan formalitas dan panggilan ideologis. Sebagai muslim, panggilan ideologis ini penting untuk menjadi motivasi sebagai entrepreneur handal.
  3. Menjadi seorang pengusaha itu universal, tidak ada persyaratan khusus, asalkan sudah memiliki pandangan objektif dan subjektif terhadap dunia pasar in syaa Allah bisa berjalan. Secara subjektif kita harus mampu menguasai apa hal tentang dunia pemasaran gambaran, maping, distribusi dan penyempurnaan.
  4. Sebagai umat Islam, kita harus bisa menjadikan entrepreunership sebagai salah satu jalan jihad fii sabilillah.

Pertanyaan :

  1. Bagaimana memulai usaha saat tidak ada modal ? Muhammad Faza

syarat menjadi entrepreuner hanya objektif & subjektif dengan jalan mengetahui asset pasar dan asset yang dimiliki diri sendiri. Bisa juga melalui relasi pertemanan dengan menjalin kerjasama. Dan jalan terakhir adalah dengan menggunakan metode pinjaman, tetapi jika tidak terpaksa sekali jangan pernah gunakan jalan ini

2. Menurut kacamata entrepreuner, apakah masa pandemi menjadi peluang atau malah menjadi hambatan? Miftahul Ammar (UKM Olahraga UIN SUKA)

“Secara universal menghambat, akan tetapi tetap ada jalan selama kita bisa mencari celah berinovasi secara tepat”

3. Bagaimana membentuk mental yang kuat dan tetap istiqomah menjadi entrepreuner terutama saat pandemi? Awawy Ajawie

“selalu menjaga semangat dan bersyukur untuk membentuk mental yang kuat. Sedangkan untuk istiqomah kita harus selalu melihat atau membuka mat akita, pikiran kita dan dompet kita”

*Notula Diskusi Batas Suci #5 Oleh Ahmad Najib Wiyadi, M.Ag (Kang WIyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top