Problema Seniman Era Milenial Memaknai Sebuah Perjuangan*

thumbnail

Oleh: Syarifatul Karomah (Sekretaris Bidang SBO PC IMM Sleman)

Pada dasarnya, Muhammadiyah merupakan gerakan kultural yang mana sejak berdirinya Muhammadiyah juga bermula dengan dakwah yang penuh dengan kearifan lokal. Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Sukriyanto AR menyampaikan bahwa KHA Dahlan dapat dikatakan sebagai seniman karena berdakwah lewat lagu, gambar dan lukisan, tidak jauh berbeda dengan Sunan Kalijaga. Diketahui bahwa Muhammadiyah berdiri di DIY yang sangat kental dengan kebudayaan, KHA Ahmad Dahlan berdakwah dengan menggunakan bahasa jawa, lagu-lagu daerah dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan karena dianggap berdakwah dengan seni dapat mudah diterima oleh masyarakat setempat.

Di era milenial seperti saat ini, berdakwah dapat dilakukan melalui seni yang mengikuti perkembangan zaman sekarang. Menurut Sukriyanto, seni budaya dapat dijadikan sarana dakwah Muhammadiyah. Karena melalui karya seni dapat mengajak orang untuk melakukan kebaikan. Salah satu contoh karya seni adalah film, melalui film Muhammadiyah dapat berdakwah dengan menampilkan tokoh-tokoh perjuangan bangsa Indonesia yang juga merupakan tokoh Muhammadiyah. Seperti Ibu Fatmawati, pahlawan perjuangan juanda, bahkan Presiden dan wakil Presiden pertama Indonesia Soekarno-Hatta merupakan tokoh Muhammadiyah.

Ada beberapa satrawan yang “agak kagok” menyebut dirinya sebagai kader Muhammadiyah. Hal tersebut terjadi karena kurangnya rasa percaya diri para kader untuk mengungkapkan bahwa dirinya adalah kader Muhammadiyah. Identitas Muhammadiyah sebagai gerakan purifikasi sering kali disalah artikan, padahal sejak awal Muhammadiyah merupakan gerakan kultural yang berdakwah sesuai dengan kearifan lokal yang ada.

Pada zaman dahulu seni merupakan salah satu bentuk perjuangan dengan kritik kinerja pemerintah melalui seni, namun pada zaman sekarang terbungkam karena adanya UU ITE. Dengan begitu, jika pemuda atau kader Muhammadiyah ingin mengkritek kinerja pemerintah, akan lebih baik jika masuk ke dalam gedung DPR menjadi anggota dewan. Berdakwah dengan masuk menjadi anggotan dewan, artinya harus siap mengkritik dan dikritik.

Untuk mewujudkan keberlangsungan dan kesuksesan dalam memperjuangkan budaya dimasa kini adalah dengan memperbanyak SDM seniman budaya yang mengerti agama. Dengan kata lain ulama-ulama atau kyai yang mengerti seni budaya dan seniman yang mengerti tetang agama. Hal tersebut diperlukan supaya tidak terjadi salah persepsi atau sedikit-sedikit bid’ah.

Diakhir diskusi sukriyanto berharap para kader IMM dapat memiliki jiwa seni yang tinggi dan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya. Bahkan para kader IMM dapat membantu LSBO PP Muhammadiyah dalam menjemput bola para kader yang memiliki jiwa seni supaya terfasilitasi dengan baik.

*Notula Diskusi Batas Suci #4 Oleh Drs. H. Sukriyanto AR, M. Hum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top